30 November 2008

Sekolah Gratis? Siapa Takut!

Posted by Utomo 10:16 PM, under | 3 comments

Malam ini saya dapat pesan singkat dari pak Tadi salah satu kepala SMP yang sejak memegang jabatan pertamanya sudah mulai menerapkan sekolah gratis. Isi pesannya pemberitahuan kalau di TV One ada dialognya Mendiknas tentang BOS tahun 2009. maka langsung saya terpaksa menyalahi kesepakatan keluarga yang sudah menjadi konsensus bersama untuk tidak menyalakan TV selain hari libur. Biar dampaknya bagus untuk anak sebelum menyalakan TV harus seijin istri, anak dan keponakan dengan memberikan alasan tentang pentingnya acara ini.Ternyata benar di TV pak Mendiknas menyampaikan kebijakan BOS tahun 2009. Yang intinya bahwa pada tahun 2009 seiring dengan kenaikan anggaran pendidikan yang telah mencapai 20 % maka pendidikan dasar diberlakukan gratis khusus untuk sekolah negeri yang bukan RSBI atau SBI. Bahkan Mendiknas menghimbau kepada Bupati dan walikota untuk menyangsi sekolah yang masih menarik biaya operasional kepada orang tua murid. Ditegaskan oleh Mendiknas jika dengan diberlakukannya pendidikan gratis tersebut masih memungkinkan adanya sumbangan sukarela dari orang tua tetapi besaran, dan waktu penyerahannya tidak boleh ditentukan oleh sekolah.Bagaimana ya realisasinya di lapangan? Yang jelas jika pertanyaan ini diberikan pada pak Tadi kepala SMP 2 Plantungan, pak Arif kepala SMP3 Singorojo atau pak Asikin kepala SMP 4 Singorojo jawabnya barangkali sama : SIAPA TAKUT!

24 November 2008

Pahlawan tanpa Tanda Jasa vs Pahlawan Pembangung Insan…

Posted by yoshi rachmartdi 2:48 PM, under ,, | 4 comments

Assalamualaikum wr. wb.

Setiap menjelang 25 Nopember 2008, ada harapan, kebanggaan namun juga sikap pesimis setiap kali merenungi keberadaan diri. Profesi yang katanya begitu Mulia ini namun keironisan terhadap profesionalisme dan kesjahteraan yang bergitu nyata cukup memprihatinkan, dan lebih ironis lagi ternyata profesi ini masih sangat digemari, yang terindikasikan dari pasar PTN/PTS LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan) yang masih laris manis diburu lulusan SMA.

Si “Oemar Bakri” abad teknologi inipun masih dapat merasakan bagaimana lagu dari iwan fals tersebut masih sangat lekat terasa di hati dan jiwa masing-masing, pengorbanan yang tiada henti-henti dikumandangankan bahkan tercipta sebuah lagu dengan lirik yang katanya pak Arief rahman menyesatkan begitu popular dinyanyikan disetiap hari guru, bahkan diiringi dengan lelehan air mata para guru tersebut. Pahlawan tanpa tanda jasa, sebuah stigma pembodohan yang harus diterima oleh guru Indonesia, sehingga muncul sikap (yang barangkali diharapkan) tidak banyak menuntut, toh sudah diberi gelar pahlawan.

Pagi ini setelah melaksanakan kewajiban mengajar, guna memenuhi tuntutan profesi yang jujur pula sebenarnya masih sangat jauh dari titik profesional dalam pelaksanaannya, penulis seperti biasanya melakukan checking terhadap email dan forum yang dikelola, demikian juga dengan blog sekolah. Dari salah satu milist terlihat ada postingan bagus yang mengelitik hati, tentang pengubahan lirik akhir dari lagu Pahlawan tanpa tanda jasa. Dalam tulisan tersebut dinyatakan bahwa Pak Sugito, Ketua PGRI Provinsi Yogyakarta menyatakan bahwa dalam perayaan Hari Guru tahun ini akan disosialisasikan lagu Hymne Guru dengan pengubahan lirik pada baik terakhir dari Pahlawan tanpa tanda Jasa menjadi Pahlawan pembangun insan cendekia, dengan pembenaran semoga dengan perubahan lirik tersebut gambaran tentang guru yang terus termarginalkan dan harus selalu “nrimo ing pandum” dalam kondisi apapun tidak menjadi apriori dan menumbuhkan semangat pengabdian yang sesungguhnya, terlebih setelah program sertifikasi sudah mulai berjalan dan dirasakan oleh rekan-rekan guru. Diharapkan peningkatan profesionalisme yang diinginkan dapat terealisasi yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.

Yang kemudian menjadi masalah, apakah hanya dengan pengubahan lirik lagu tersebut, serta merta akan dapat menumbuhkan kesadaran guru dalam menjalani laku profesionalisme yang telah menjadi tuntutan saat ini.

Untuk artikel lengkap tentang hal tersebut silahkan klik di sini

Silahkan berkomentar, semoga menjadi bahan renungan kita bersama…, amin

Wassalam
(jipkendal)

16 November 2008

SEMINAR NASIONAL : Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Prestasi Peserta Didik

Posted by Utomo 6:28 AM, under | 3 comments

Bertempat di Pendopo Kabupaten Kendal hari ini Minggu, 16 November 2008, Lembaga Pengembangan dan Pengawasan Mutu Pendidikan Gerakan Pemuda Islam menyelenggarakan Seminar nasional dengan Tema : Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Prestasi Peserta Didik.
Seminar direncanakan dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Dikpora mewakili kepala Dinas Dikpora Kab.Kendal. Adapun sebagai pembicara adalah Dr. Dwidjatmo,MS dosen Teknologi Pendidikan UNNES Semarang.

Penanda

Arsip Blog